Gw punya temen, sebut aja namanya Walang. Kami punya nasib yang sama pada waktu itu.

Seminar hasil penelitiannya diundur sama dosen, karena dosen ada agenda mendesak. hahaha.

Dia sempet galau dan sedih dengan performa dia selama ini, hasil penelitiannya yang kurang memuaskan dan penelitiannya gak sekeren hasil anak-anak lain. Lalu dia cerita sama gw.

Panjang lebar dia cerita, dari gimana awalnya dia mau penelitian dengan topik A, lalu larut dengan opini si B dan beralih ke topik C dan akhirnya “terdampar” di topik D setelah banyak diskusi sama dosennya. Sampai dia selesai penelitian dan sekarang mau seminar hasil penelitiannya, lalu membandingkan dengan nasib temen-temen yang lain dengan penelitian lebih cepet, lebih lancar, hasilnya sesuai hipotesis lah, dll. Galau, kecewa dengan kondisi yang dia hadapi sekarang.

Lalu gw minta pena, Lang, pena sini. Terus gw bikin skema mengenai “Qada dan Qadar”

Dia langsung ngoceh, “Ini lagi?”,  sebelumnya dia juga galau ke gw dan gw bahas mengenai Qada dan Qadar dalam kehidupan. Gw bilang, “Lo belum lulus terkait materi Qada dan Qadar kalau lo masih galau soal hidup lo”

Gw jelaskan secara singkat ke Walang kalau dia sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah diberikan kuasa untuk menentukan hidupnya sendiri, diberikan kemampuan untuk mengambil keputusan sesuai dengan kadarnya yang diberikan sama Allah.

Ketika dia berproses untuk mengambil keputusan, lingkungan banyak mempengaruhi dia dalam pertimbangannya, kata si B lah, tergiur topik C lah, sebelum akhirnya yakin untuk ambil keputusan D. Setelah memiliki sekian pengalaman dalam mengarungi waktu, #eaaa, barulah Walang yang sekarang belajar kesalahan yang dia lakukan sehingga hasilnya bisa tidak maksimal, namun Walang yang dulu sudah mengusahakan yang dia mampu untuk mencapai titik yang sekarang, yang hasil penelitiannya itu gak sepenuhnya campur tangan dia seorang kan, namun ada campur tangan Allah di situ, faktor lingkungan misalnya yang itu diluar kendali seorang Wayang, hanya Allah yang mampu mengendalikan cuaca dan iklim.

Minggu depan Walang akan seminar hasil bareng gw, dan gw ingetin bahwa Walang di masa depan tergantung sama apa yang dilakukan oleh Walang yang sekarang, apakah Walang yang sekarang mau bikin Walang yang di masa depan kecewa lagi karena gak maksimal sepenuhnya dalam belajar? Atau mau berlarut-larut dalam kesedihan karena iri dengan yang lain?

Dia jawab, “enggak lah”

“Ya udah, ini ambil kertasnya”

Lalu dia bilang gini, “kayaknya hikmah aku diundur seminarnya biar bisa diceramahin sama kamu dulu deh, hahaha”.

Materi mengenai Qada dan Qadar ini gw dapetin ketika ngaji di Hizbut Tahrir, dan apa yang dipaparkan memuaskan akal gw dan sesuai banget dengan Alquran dan Hadist, bahwa manusia itu diberikan ruang untuk memilih, dan Allah berkehendak di dalamnya, gak serta merta manusia bebas berkehendak tanpa campur tangan Allah ataupun semuanya ketentuan Allah tanpa ada ruang memilih untuk manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s