Alhamdulillah dapet pendonor yang sama golongan darahnya, termasuk darah Ibunya sendiri. Darah diproses dulu di PMI baru bisa masuk ke RS untuk ditransfusi ke dia.

Waktu itu malam, hampir jam 10 malam, perawat konfirm kalau darah transfusi gak cocok dan harus dicuci biar bisa masuk ke tubuh dia. Dia cuma bisa komen “Wow”, hahaha gak ngerti sama apa yang terjadi. Lalu jam 12 malem perawat cek suhu tubuh dia yang gak kunjung turun, padahal kantong darah yang sudah dicuci cuma punya usia 4 jam (usianya lebih pendek lagi kalau udah dicuci, normalnya 6 jam), jadi harus segera ditransfusi.

Perawatnya bolak balik untuk kompres dan kasih paracetamol biar panasnya turun. Spreinya basah banget, kena keringet dan air kompresan, hahaha. tapi akhirnya 2 jam kemudian suhu tubuhnya normal dan darah bisa segera masuk.

Paginya udah keliatan hasil darah yang masuk, bibirnya langsung merah kayak pake lipstik, terus kelopak matanya juga. Dia pun yang tadinya lemes lemes, pusing, sakit kepala, langsung seger. Berasa narkoba banget deh transfusi itu bagi orang yang anemia. hahaha. Dan itu baru satu kantong loh, dia harus transfusi 2 kantong lagi untuk mencapai hb di angka 10.

p_20160630_021721_1
Dia lagi transfusi darah, ini jam 2 pagi hahhaha
20161017_105624
Nah, bibir atas sehari sebelum transfusi, bibir bawah setelah transfusi satu kantong. Warna kulit juga keliatan lebih hidup dan gak kayak mayat berjalan seperti sebelumnya wkwkkw

Siangnya udah dijadwalin untuk periksa perut, untuk lihat apakah ada pendarahan di saluran cerna atau ukuran limpa membesar dari normal sehingga menyebabkan kehilangan darah yang cukup ekstrem tsb. USG perutnya mirip kayak USG ibu hamil, tapi alatnya lebih sederhana, gak sedetail yang untuk lihat bayi. Cara pakainya juga sama, dikasih vaseline biar kulit perutnya gak iritasi ihihi.

p_20160630_111303_1_bf_p
Ini sesaat sebelum di USG, selama diperiksa mah, layar komputernya gak bisa dia lihat karena diputer ke arah dokternya. Padahal penasaran gimana penampakan daleman perut, hihihi

Setiap bagian perut di capture lalu langsung ke print fotonya, model-model kamera polaroid gitu. Sayang dia gak lihat hasil fotonya, bahkan pas Dokter spesialis penyakit dalamnya kontrol. Dokternya cuma bilang semuanya normal di perut dia dan gak ada pendarahan, jadi gak perlu dibedah.

Oh iya, hasil usg nya juga sejalan dengan tes ee dia yang gak ada darahnya. Ee nya warna hitam karena obat anemia yang dia minum, bukan karena pendarahan di pencernaan atas. Nah, dokternya makin bingung dong dia kenapa bisa anemia akut, padahal gak ada sumber pendarahan di dalam tubuhnya. Limpanya juga normal.

2 hari dirawat di RS, transfusi darah 3 kantong selesai. Oh iya, selama proses transfusi, selalu diselingi sama infus. Dia ngalamin yang namanya infus macet. Rasanya sakiiiiiiiiit banget, tangan tuh bengkak dan pengen dilepas aja deh. Sampai akhirnya pindah tangan (untuk yang diinfus) karena udah macet banget. Dia beruntung waktu itu karena ada perawat yang udah jago banget nusuk jarum untuk infus (FYI jarum yang dia pake ukurannya lebih besar dari jarum infus biasa karena dipake untuk transfusi darah juga).

Kenapa pake perawat spesialis tusuk jarum?

Dia pasien anemia kan, nah ternyata pasien anemia itu susah banget dilihat pembuluh darahnya, jadi perlu yang ahli biar gak salah tusuk.

Hari terakhir, infusnya makin cepet macet dan bikin sakit lagi, gak tahan pengen pulang aja, gak sekedar lepas infus hahaha. Dokter spesialisnya dateng dan kasih restu dia untuk membolehkannya pulang. Dokternya juga kasih diagnosis final, yaitu anemia akut atau lupus.

Jeng, Jeng, Jeng, Jeng….

Namun untuk memastikan dia lupus atau enggak, butuh tes darah lanjutan dan yang disarankan adalah tes Ds DNA. Untuk sementara dia udah bisa pulang dan istirahat yang cukup.

Dari awal dia sakit cuma pusing dan sakit kepala aja, lalu anemia akut, dan sekarang terancam lupus. wow.

Gak salah dia bilang ke gw untuk dengerin sinyal tubuh, karena bisa jadi itu bukan penyakit yang main-main….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s