Itu kata temen gw. dia bilang begitu sebelum dia cerita ke gw kenapanya.

kata dia, “dengarin tubuhmu, shin”

“hah?”

“Iya, tubuh kita selalu kasih sinyal kalau ada yang gak beres, dan ini sering kita remehin”

dan ini kisah dia.

Waktu itu bulan puasa dan dia suka sakit kepala. Gak cuma sakit kepala sebelah, semua bagian kepalanya sakit, sampe ke mata juga, sampe ke leher tegang juga. Dia pikir, ah, paling salah bantal doang. Tapi kalau memang cuma salah bantal, kenapa sakit kepalanya gak ilang juga selama sebulan?

Karena sakit kepalanya gak setiap waktu, cuma sesekali aja dalam sehari, dia gak minum obat, ke dokter apalagi, kagak. Dia tahan aja, sesekali diusap-usap atau refleksi nafas kalau sakit kepalanya kambuh. Tapi dia selalu cerita ke ibunya, apa yang dia rasakan. Maklum anak rantau, jadi rindu ke orangtua hanya berbalas telpon aja.

Khawatir, Ibunya nyuruh dia untuk pulang aja, sambil periksa ke dokter. Nah, ketika dia pulang, dia demam tinggi begitu sampe rumah. Dia bahkan ngigo pangil-panggil Ibunya karena gak tahan sama panas tubuhnya itu. Setelah dikompres, demam turun, baru ke dokter malamnya.

Dokter gak banyak periksa fisik dia, begitu masuk ruangan langsung divonis, “Kamu anemia akut”. Dia bengong dong, “Hah? Yang bener dok?”

Terus dokter cuma periksa lidah, kuku, kelopak mata dan tensi doang. Dan dikasih surat pengantar untuk tes darah di lab dan resep multivitamin. Kata penutup dokter gini, “Kamu sakit kepala karena asupan darah ke otak kamu kurang, makanya sakit.”

 

p_20160626_175239_1_bf_p_1
Ini Kelopak matanya, dia pikir ini normal, ternyata enggak. kelopak matanya pucat dan ini tanda vital anemia

Gw jadi tau ternyata sakit kepala itu bisa jadi gejala anemia dong wkwkkw, komentar gw selama dia cerita.

Lanjut.

Besoknya dia tes darah lengkap di lab swasta yang terkenal itu, dan setelah hasilnya keluar, ke dokter yang kemarin untuk baca hasilnya gimana.

Pas kontrol, dokternya baca hasil lab dan bilang kalau dia anemia karena hb nya rendah banget, di bawah angka normal (cewe harusnya 11-12, dia 6), mau gak mau harus transfusi kalau gak bisa makin drop. dan lucunya, dokternya gak mau dibayar dong, hahaha.

Dia bilang gini, “aku ke dokter karena keluhan sakit kepala dan sekarang harus transfusi darah, luar biasa kan? wkwkwk”

Ibunya yang agak shock, takut anaknya kenapa-napa karena penyakitnya belum ketauan. anemia akut bisa jadi gejala penyakit yang lebih parah, leukimia misalnya. Jadi setelah kontrol ke dokter yang kemarin (itu dokter umum), dia dirujuk ke dokter spesialis untuk konsul dengan hasil lab yang ada.

Di dokter spesialis penyakit dalam, dia cuma periksa fisik dan dianjurkan rawat inap sambil transfusi. Katanya dalam hati, “Wah, harus rawat inap, duit lagi”. Sama dokternya udah dikasih surat pengantar untuk masuk UGD kalau mau transfusi darah, cuma dia izin ke orangtuanya dulu (dia ke dokternya sendirian, wkwkwk padahal udah tau ya sakit).

Prosesnya terlalu cepat yang bikin orangtuanya mungkin masih agak terkejut kalau anaknya yang kelihatan baik-baik aja dan cuma sakit kepala ini harus segera transfusi darah dan rawat inap. Dijelasin sama dia kalau rawat inap itu sekalian observasi kenapa dia hb nya bisa serendah itu. apa karena ee nya berdarah, atau mens nya banyak darahnya, atau gimana.

Tanpa menunda lagi, akhirnya dia dibawa ke RS untuk transfusi darah.

Ternyata, transfusi darah gak semudah itu yang dibayangkan. Setelah dicek golongan darah dan rhesusnya apa, dilihat ke PMI apakah ada kantong darah yang dimaksud. Kebetulan kantong darah golongan dia habis, dan harus cari orang yang donor darah. Bapaknya yang panik, ini anaknya makin lama dirawat di RS kalau gak segera ditransfusi. duit lagi, wkwkwk.

Unfinished

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s