Temen Gw Galau

Gw punya temen, sebut aja namanya Walang. Kami punya nasib yang sama pada waktu itu.

Seminar hasil penelitiannya diundur sama dosen, karena dosen ada agenda mendesak. hahaha.

Dia sempet galau dan sedih dengan performa dia selama ini, hasil penelitiannya yang kurang memuaskan dan penelitiannya gak sekeren hasil anak-anak lain. Lalu dia cerita sama gw.

Panjang lebar dia cerita, dari gimana awalnya dia mau penelitian dengan topik A, lalu larut dengan opini si B dan beralih ke topik C dan akhirnya “terdampar” di topik D setelah banyak diskusi sama dosennya. Sampai dia selesai penelitian dan sekarang mau seminar hasil penelitiannya, lalu membandingkan dengan nasib temen-temen yang lain dengan penelitian lebih cepet, lebih lancar, hasilnya sesuai hipotesis lah, dll. Galau, kecewa dengan kondisi yang dia hadapi sekarang.

Lalu gw minta pena, Lang, pena sini. Terus gw bikin skema mengenai “Qada dan Qadar”

Dia langsung ngoceh, “Ini lagi?”,  sebelumnya dia juga galau ke gw dan gw bahas mengenai Qada dan Qadar dalam kehidupan. Gw bilang, “Lo belum lulus terkait materi Qada dan Qadar kalau lo masih galau soal hidup lo”

Gw jelaskan secara singkat ke Walang kalau dia sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah diberikan kuasa untuk menentukan hidupnya sendiri, diberikan kemampuan untuk mengambil keputusan sesuai dengan kadarnya yang diberikan sama Allah.

Ketika dia berproses untuk mengambil keputusan, lingkungan banyak mempengaruhi dia dalam pertimbangannya, kata si B lah, tergiur topik C lah, sebelum akhirnya yakin untuk ambil keputusan D. Setelah memiliki sekian pengalaman dalam mengarungi waktu, #eaaa, barulah Walang yang sekarang belajar kesalahan yang dia lakukan sehingga hasilnya bisa tidak maksimal, namun Walang yang dulu sudah mengusahakan yang dia mampu untuk mencapai titik yang sekarang, yang hasil penelitiannya itu gak sepenuhnya campur tangan dia seorang kan, namun ada campur tangan Allah di situ, faktor lingkungan misalnya yang itu diluar kendali seorang Wayang, hanya Allah yang mampu mengendalikan cuaca dan iklim.

Minggu depan Walang akan seminar hasil bareng gw, dan gw ingetin bahwa Walang di masa depan tergantung sama apa yang dilakukan oleh Walang yang sekarang, apakah Walang yang sekarang mau bikin Walang yang di masa depan kecewa lagi karena gak maksimal sepenuhnya dalam belajar? Atau mau berlarut-larut dalam kesedihan karena iri dengan yang lain?

Dia jawab, “enggak lah”

“Ya udah, ini ambil kertasnya”

Lalu dia bilang gini, “kayaknya hikmah aku diundur seminarnya biar bisa diceramahin sama kamu dulu deh, hahaha”.

Materi mengenai Qada dan Qadar ini gw dapetin ketika ngaji di Hizbut Tahrir, dan apa yang dipaparkan memuaskan akal gw dan sesuai banget dengan Alquran dan Hadist, bahwa manusia itu diberikan ruang untuk memilih, dan Allah berkehendak di dalamnya, gak serta merta manusia bebas berkehendak tanpa campur tangan Allah ataupun semuanya ketentuan Allah tanpa ada ruang memilih untuk manusia.

Advertisements

Service Laptop di Asus Service Center

Suatu pagi yang indah, ketika gw membuka laptop untuk ngerjain makalah seminar, tetiba laptopnya gak bisa akses hardisk. hahaha. Memang sebelumnya laptop asus kesayangan gw yang udah berumur 4 tahun ini udah 3x bluescreen, yang terakhir bluescreen karena dijatuhin sama anak kucing gw yang lagi maen di sofa.

Ya udin, untungnya gw udah menangkap rencana Allah untuk menguji gw, jadi ketika bluesceen terakhir kali, sudah hamba download file word untuk skripsi dan makalah seminar, sedangkan file lain seperti foto, film, dokumen, dll, bahkan file daftar pustaka gw pun gak sempet diselamatin. filenya banyak dan bisa gw download lagi jadi pertimbangan kenapa gak gw backup. Cukup tulisan gw aja yang berharga, jangan sampe gw mikir dua kali untuk meraih kesarjanaan gw nanti. Wkwkwkw.

Segeralah gw pergi ke Asus Service Center di bogor, dekat dengan Jambu Dua Plaza di Bogor. Sebelum pergi ke sana, gw menghubungi boss besar dulu untuk laporan bahwa anak buahnya mengalami musibah dan butuh suntikan dana lebih dalam rangka mengatasi musibah tsb, dan Big Boss menyarankan untuk service di tukang komputer di mall mall (seperti di Jambu Dua) karena bisa ditunggu dan murah. Tapi barbie gak yakin dengan sparepartnya, khawatir gak ori dll jadi tetep ke Asus SC. Barbie juga sempet browsing kalau service laptop di Asus SC itu lama abis, sampe mingguan, minimal 2 minggu lah, lama, gak jelas, dll. Tapi gw nekad ajah, karena sebelumnya gw pernah service laptop urusan HD juga tapi di Asus SC bandung, laptopnya gw kirim dan pembayarannya transfer ke mbak CS baik hati di sana. Gak ada masalah, gimana kalau SC nya gw datengin langsung.

Capcus ke lokasi, ngantri dan giliran gw dateng juga. Gw menceritakan kronologi yang mengakibatkan laptop gw kena musibah dengan segala penyakitnya. Laptop gw selain gak bisa akses HD, USBnya ada yang lepas, DVDrom nya rusak gak bisa dibuka dan bodynya rada mangap dikit. Memang tahan banting laptop ini. Chargernya juga suka moody, kadang nyala kadang enggak, atau kalau ganti posisi charging langsung putus, jadi pengen diganti juga.

Kata babang CS nya, ada biaya service 150rb dan kalau ada sparepart diganti nanti bakal dihubungin via sms, kita bisa pilih mau lanjut (diganti) atau enggak. Dan jika dalam 5 hari gak ada kabar bisa hubungi nomor telepon Asus SC nya atau akses ke websitenya.

Wah, 5 hari minimal, oke lah. Liat nanti gimana.

Besoknya gw baru dapet sms kalau bener hardisk gw rusak dan harus diganti, tapi Asus gak jual hardisk jadi gw milih apa mau dipasang di Asusnya atau pasang di toko lain. Lalu DVDrom gw memang rusak, kalau mau diganti biayanya 1,125juta.

WOW.

Gw jawab kalau gw milih untuk beli hardisknya aja di luar dan tetep dipasang sama Asus SC, dan gw tanya apa kalau gak diganti DVDromnya, tetep bisa dipake laptopnya (selama hardisknya aja yang diganti)?

Kata babang SCnya iya gpp, DVDrom gak mempengaruhi kinerja sistem, karena itu cuma aksesoris aja. ya gw gak bisa burn CD atau muter DVD aja di situ. Gw diminta cari HD 500GB SLIM merek apa aja

Hari itu juga gw langsung cari hardisknya di Jambu Dua. Toko pertama jual Seagate 500Gb harga 700rban dan Toshiba 600rban, lalu gw pergi ke toko kedua, jual Seagate segitu juga, dan yang Toshiba murahan, 565rb. gw tanya, ini SLIM kan, dan mereka bilang, iya mbak. Gw bayar dan langsung ke Asus SC lagi. Gak lama babang SC nya konfirm via sms (gw nya udah di bogor kota lagi) kalau HD yang gw beli barusan itu salah, itu HD yang tebel. Gw telpon toko HD nya dari nota yang gw pegang tadi dan gw minta cariin yang SLIM. Mereka cuma ready yang seagate 250Gb dan yang Toshiba GAK ADA yang SLIM.

Gw ke Asus SC untuk ambil HD, terus muter untuk ke Jambu Dua dan minta duit gw dibalikin. Kelar urusan, gw laper, terus gw makan mie apolo sama teh panas anget, hahaha. Lanjut kelilingan dan ketemu dua toko yang ternyata gak jual HD internal dan nunjukkin gw toko mana yang jual. di Toko itu, gw minta HD internal 500gb yang Slim dan dikasih Seagate, berapaan mbak? 575rb.

Hohoho, alamak, dan toshiba yang tadi gw beli seharga 565rb, di sana 550rb. Setelah memastikan, membandingkan HD internal Seagate ini lebih tipis daripada yang Toshiba, gw langsung beli dan gak babibu langsung ke ASUS SC lagi, karena mereka tutup jam 16.45, sedangkan waktu itu jam 15.30 kayaknya.

Kasih HD internalnya ke mbak CS tanpa ngantri terus pulang. Besok paginya dapet sms deh kalau laptop kesayangan gw udah bisa diambil kyaaaa. Cepet banget, 2 hari beres urusan. Karena gw beli HD internalnya sendiri, maka biaya yang harus gw bayar 150rb aja, dan itu udah diinstalin win 10 pro (walau belum diaktifasi, tanpa office) dan setelan asusnya, jadi gw gak perlu donlot lagi untuk printilan software asus.

Laptop gw udah berumur jadi butuh tipe lama chargernya, yang besar, dan itu harganya sekitar 450rb, karena gw bokek, belum gw pesen, nanti aja pas kebanyakan duit sekalian benerin DVDromnya. The end, USB port yang rusak belum diganti, kayaknya gak ketulis di report untuk babang SC nya.

Terobsesi oleh Quilting

Gw baru beli mesin jahit tapi belum bisa apa-apa. Ada latar belakang menjahit aja enggak hahaha. Karena gw belum berpengalaman di dunia menjahit, gw jadi banyak browsing soal menjahit itu apa, gimana, jenis jarumnya, benangnya, terus macam-macamnya, dll.

Sampai suatu ketika gw baca tentang Quilting.

Quilting itu menjahit kain demi kain (gak harus perca, tapi potongan kain khusus Quilting juga ada) yang dipadukan dengan berbagai warna dan motifnya untuk membentuk sesuatu yang unik dan beda. Setelah kain yang satu dan lainnya dijahit, nanti kain tersebut dikasih dua lapisan lain semacam dacron dan kain lagi dengan luasan yang sama. Nah, baru di Quilt, dijahit dengan motif tertentu untuk memberikan tekstur ke kain tadi.

Kebetulan ibu gw beli karpet dan taplak meja quilting dan harganya mahal banget, tapi sesuai sama kualitasnya yang bagus dan beda gitu. hehehe. kucing gw aja suka banget tidur di atas taplak meja quiltingnya.

Karena Quilting itu butuh waktu yang lumayan lama, dan hasilnya bikin penasaran, gw jadi kepincut banget, tapi sayang gw belum bisa terjun sekarang.

Gw belum lulus soalnya hahaha.

Jadi sekarang gw lagi di semester akhir, penelitian gw udah selesai, tapi gw woles banget. Orang tua gw pun gak banyak menuntut gw untuk cepat lulus atau apa, hahaha. Jadi weh skripsi gw serasa laporan kuliah biasa aja, karena gak ada deadlinenya.

Tapi semenjak gw mengenal Quilting, keinginan gw untuk lulus jadi membludak. Gw sadar betul gw harus bisa lulus dulu baru mulai Quilting. Kalau gw Quilting dulu, gw bakal tenggelam di dalamnya dan akhirnya tugas akhir gw bakal bener-bener terbengkalai hahaha.

Mohon doanya ya semoga gw bisa lulus segera dan proses menulisnya dimudahkan. Amin.

Next Insya Allah review tentang mesin jahit JUKI nya gimana, beserta fungsi kaki mesin jahit yang gw beli selain bawaan dari mesin JUKI nya.

Mesin Jahitnya Sampai Juga~~

Iyaaa~ Pengiriman cuma memakan waktu sehari doang dari Jakarta ke Bogor via JNE layanan OKE.

Seneng…

Begitu paketnya sampai, kondisi paketnya luar biasa. Luar biasa RAPI! Boxnya dibungkus pake bubble gak cuma satu lapis, tapi berlapis-lapis sampe empuk banget, dan itu full di solatip sama penjualnya dan harus gw cutter sisi bubblenya biar bisa dibuka. Luar biasa.

FYI, gw beli mesin jahit ini di Service Jaya Supply (ada website resmi, dan lapak online di mana-mana), agannya ramah banget, rekomended! Via WA fast respon dan dikasih banyak bonus serta gratis ongkir hihihi.

Oke, paketnya udah gw buka dan gw dapet bonus jarum berbagai jenis dan fungsi. Tapi mesin jahitnya sendiri cuma gw lihat aja, belum gw coba apalagi lepasin plastik dll. Gw sadar betul rumah gw sekarang ruangannya terbatas dan untuk menjahit itu butuh ruang khusus, atau pojok khusus yang rapi seperti di Blog Kak Miko,

sewing-room-4-e1436791160996
Ruang menjahit gini kan lucu ya.. Rapi dan nyaman untuk jahit. Sumber : sewmyplace

Lalu gw juga pemula, udah ada mesin jahitnya pun, gw belum punya benang sama sekali untuk jahit, kain apalagi. Penggaris, gunting khusus kain, sepul (dari mesin jahit dapet 3 biji), buku pola, dll. Banyak banget persiapan lain yang harus gw miliki sebelum bener-bener belajar jahit.

Layaknya sekolah aja, butuh seragam, sepatu, buku untuk belajar di kelas kan? Gw baru punya mesin jahit dan ruangan khusus pun gw gak ada. Jadi gw putuskan untuk simpen dulu mesin jahitnya nanti, sambil gw ngumpulin sedikit demi sedikit peralatan pendukung untuk jahit (gw juga lagi nyusun skripsi jadi fokus dulu ke sana. Kata Ibu, kalau sekali terjun ke menjahit bisa ketagihan!)

p_20161229_123304_p
Ini mesinnya~ dan sementara teronggok di pojok rumah dulu sampai datang waktu yang tepat. Sumber : Dokumentasi pribadi

Setelah mesin udah di tangan gw, sekarang waktunya nyicil embel-embel jahit-menjahit. Gw mau ngumpulin benang dulu, berbagai warna. Wkwkwk. Di Rumah Jahit Haifa, ada artikel tentang merk benang dan perbandingannya. Dari tulisan tersebut gw cari benang merk Astra aja.  Gw cari set benang yang lengkap warnanya biar sekalian gitu, tapi gak ada yang jual. Kalau adapun, perwarna aja misalnya satu geng warna merah, isi 6 benang, satu geng warna kuning, hijau, dst. Harganya juga lumayan, satu benang bisa 4000-6000/benangnya.

Beli online selisih harganya lumayan, belum termasuk ongkir. Rumah gw pun gak jauh banget dari pasar, jadi gw beli benangnya di pasar aja. di Bogor, ada namanya toko Mulia (kalau gak salah), tokonya sendiri gak ada nama tokonya dari luar, dan posisi tokonya pas banget di pinggi jalan merdeka (di deretan toko yang di sebrang toko terang). Gw sering banget lewat jalan itu dan penasaran itu toko apa, hehehe, ternyata toko benang.

Di dalam tokonya banyak banget resleting, benang, kancing, dll. Karena fokus utama gw untuk beli benang dulu, gw dikasih buku warna benang sama mbaknya.

p_20161227_154645_p_1p_20161227_154637_p_1p_20161227_154626_1_p_1

p_20161227_154616_1_p_1
Banyak banget kan warnanya? wkwkwkw Sumber : Dokumentasi pribadi

Selain banyak banget warnyanya, gak semua warna tersedia. Jadi gw beli berdasarkan barisan warna buku itu aja. Satu baris warna biru muda misalnya, benang biru muda yg mana aja yang ready, gitu. di toko mulia harga benang Astra 3000/benang. Lumayan hemat dibanding kalau beli online haahaha.

Lalu gw hunting ke Pasar Anyar bogor dan ada toko peralatan jahit namanya toko warna. di sana juga ada benang astra dan buku warnanya. di sana gw beli barisan warna pink, merah dan biru tua. Harganya juga sama. Tapi karena gw beli banyak (total 2 Lusin dari 3 baris warna benang yang tersedia), gw dapet korting 2 ribu wkwkwk.

p_20161227_225702_1_p
Ini semua benang yang gw beli di dua toko di bogor. Lucu-lucu dilihatnya, warnanya seakan sama tapi beda abis wwkwkwk. Oh harga minyak pelumas mesin jahitnya 5000/botol.

Oh iya, salah satu kelebihan benang astra adalah di tabung benangnya ada nomornya. Benang yang gw beli di toko Mulia ada nomornya tapi di toko warna, benangnya gak ada nomor sama sekali. Pas gw tanya ke mbak toko warna, dia bilang makin ke sini gak ada nomornya lagi benang astranya…

p_20161227_230023_1_p
Benang ini gw beli di Toko Warna dan gak ada nomornya lagi di tabung benangnya. Sumber : Dokumentasi Pribadi
p_20161227_230011_1_p
Sedangkan benang yang gw beli di toko mulia, ada keterangan nomornya.

Gw baru beli benang gini aja udah banyak banget dan ini belum seberapa wkwkwk. gw belum beli gunting kain, belum ada peg board (nanti mau bikin), penggaris, dll. Dan banyak banget istilah-istilah di dunia perjahitan yang belum gw ngerti.

Jadi sebelum menjahit beneran, banyak PR yang harus gw selesaikan seperti tugas akhir kuliah dan belanja alat-alat jahitan. Kalau amanah utama selesai, waktu tersedia, Insya Allah bisa mulai belajar jahit. huehehe.

Gw Beli Mesin Jahit Yeay!

Alright

Gw (lagi) pengen banget bisa ngejahit, walaupun cuma pernah belajar ngejahit pake tangan doang, itupun yang sederhana banget, cuma jahit lurus, tanpa pernah tau teknik ngejahit yang lucu-lucu gimana.

Tapi gw harus sadar betul kalau gw ini orangnya cepet bosen. Baru satu tahun yang lalu gw demam sama baking, masak-masakan, bikin kue non bake dll hahaha. Dan sekarang gw kepengen ngejahit. Kayaknya ini penyakit musiman efek orang bosenan tapi perlu dipenuhi agar tetap waras. Ya gak?

wkwkkw

Kebetulan banget ada moment hari ulang tahun dan Alhamdulillah di keluarga gw dapet hadiah bergilir berupa uang tunai sekian sekian dan bisa dibeliin apa yang gw mau. Gw manfaatkan ini untuk beli mesin jahit aja. Boleh jadi gw orangnya bosenan, tapi setidaknya barang yang gw beli bisa awet sampe puluhan tahun, kayak mesin jahit ibu gw yang usianya lebih tua dari gw sendiri.

Gw langsung browsing dan baca blog-blog orang yang ngejahit dan mau beli mesin jahit. Tujuan gw baca tulisan mereka adalah biar gw tau di mana beli mesin jahitnya, lalu berapa harganya, performanya gimana dan kesan mereka setelah pake itu kumaha.

Dari artikel  di Rumah Jahit Haifa, gw ngiler ke merk Janome dan ngotot untuk beli secara fisik ke toko dunia nyata, bukan online. Alright, gw buka google saat itu juga dan cari mesin jahit janome yang sesuai dengan budget gw di lazada (setidaknya harga jualnya gak beda jauh banget lah sama dunia nyata wkwkwk). Dan gw jatuh cinta sama janome ST-24. Kenapa? Coba deh nonton videonya, mesin jahit janome ST-24 bisa jahit TRIPLEK! sampe 4 LAPIS. wkwkwk gw bengong selama nonton videonya, sadis abis. harganya pun masuk ke budget gw yang cuma 3jtan.

Terus gw juga cari review tokonya gimana, Sharing and Sewing mbaknya ceritain perjalanan dia ke toko tsb. Mbaknya naek kereta api dan tokonya gak jauh dari stasiun. Jalan kaki sebentar dan tadaaa, sampe deh di tokonya. Toko mesin jahit yang penjualnya itu cerewet abis, semua tentang mesin jahit dia tau dan jago membandingkan satu mesin dengan mesin lainnya. Baca artikel mbaknya bikin gw  makiiiiin penasaran sama tokonya. Apalagi mbaknya juga kepengen sama Janome ST-24 dan dibilangin sama koko nya kalau dia jadi korban iklan ke sekian hahaha. Dan akhirnya dengan budget yang gak beda jauh sama gw, mbaknya beli Jaguar 594. Mesin jahit yang murah, tapi speknya tinggi.

Oke, sekarang gw suka sama mesin jahit Jaguar 594. hahahaha.

Google, dan gw cuma nemu review mesin jahit jaguar di blog mbaknya dan temennya, mas miko yang beli kakaknya jaguar 594, yaitu jaguar 596. Selain itu ya gw berputar di website luar negeri dan website perusahaan jaguar itu sendiri, dan website toko mesin jahitnya. di website toko mesin jahitnya, deskripsi tentang mesin jahit jaguar 596 itu lengkap banget dan bikin ngiler abis. Walaupun di atas budget, gw masih ada sisa tabungan buat nambah-nambah dan memutuskan untuk beli Jaguar 596.

Setelah uangnya terkumpul untuk beli Jaguar 596, gw memutuskan untuk minta dikirim aja karena fisik gw yang cepet capek (padahal gw udah beli troli buat bawa koper gitu hahaha). Lagipula gw bisa belajar via internet, dan gak sesusah itu kok untuk pake mesin jahit. Untuk apa beli produk yang sulit dipake hahaha, ya gak. Gw telpon tokonya dan mesin jahit jaguar yang gw mau HABIS. yah…..

Gw ditawarin adiknya yaitu Jaguar 377 kalau gak salah, ya itulah pokoknya, dengan jalur benang simple dll. Gw yang udah bernafsu untuk beli jaguar 596 jadi patah hati. hahaha, karena gw udah lihat fotonya berulang kali selama review mesin jahitnya. Dan gak begitu aja gw mau beli mesin jahit tipe lain tanpa gw cari dulu informasi dan reviewnya gimana.

Untung banget gw gak jadi ke toko fisiknya, kebayang dong udah capek naek kereta dan gw gak membuahkan hasil, atau mungkin gw terlarut sama godaan sales tokonya untuk beli yang belum tentu gw suka, yang dari telpon aja, rayuannya udah dominan banget hahaha.

Walau sempet kecewa, gw gak menyerah. Gw lanjut browsing dengan tujuan mesin jahit yang mirip dengan jaguar 596, yang mungkin gw harus gali tabungan gw lebih dalam untuk nambahin budgetnya.Target gw adalah mesin jahit yang udah komputerisasi tapi kelas mid-end, bukan high-end yang sampe belasan bahkan puluhan juta. Budget gw terbatas dan gw juga masih pemula jadi tau diri dikit hahaha, bukan termasuk anak kaya mami juga yang bisa minta duit seenaknya.

Gw cari satu persatu, dari merk Janome lagi, terus Singer, dan akhirnya Juki. Gw terpaut sama Juki karena pas gw tanya soal mesin jahit yang bagus apa, mbak pegawai di toko kain terkenal di pasar sebut Juki aja yang udah otomatis dan biasa dipake skala industri. Dan juki ada yang mirip Jaguar 596, dengan harga lebih mahal dikit, gw udah dapet kepuasan yang gak beda jauh lah sama Jaguar (padahal beli aja belum yak wkwkkw).

Yang gw senengi adalah merk JUKI ini terkenal juga kayak janome dan singer. Banyak video di youtube yang bahas tentang mesin jahit ini. Gak kayak jaguar yang sedikit banget referensinya. Malamnya, jam 10 malem gw sms pemilik tokonya (toko yang berbeda dengan yang sebelumnya), dan dibales dong. Gw kira adminnya udah tidur hahaha.

Gw tanya harga JUKI G210 dan harganya jauh diatas budget gw, dan harganya beda 1-2 juta sama adeknya yang tipe G110. Adminnya bilang ke gw mendingan beli adeknya aja yang lebih murah dan spesifikasinya 99% persis dengan kakaknya. Bedanya cuma di pisau otomatis aja. G210 ada pisau otomatis tapi menurut adminnya, justru pisau otomatisnya itu yang suka bermasalah. Yang jadi pertimbangan gw adalah, cuma beda di pisau dan harganya jauh banget, jadi gw jatuh cinta (entah ke berapa kali) sama adeknya, yaitu JUKI HZL G110.

Sore ini lagi pengiriman dan Insya Allah besok mesinnya sampe. Nah, selanjutnya bakal gw tulis kenapa gw milih mesin ini dari segi spesifikasinya dibandingkan mesin lainnya ya. Kali ini gw tulis “drama”nya aja, sampai akhirnya jatuh hati ke JUKI.

Tambahan, gw beli mesin jahit JUKI G110 dengan harga 4,9juta, gratis ongkir ke bogor dari jakarta. dapet bonus jarum mesin jahitnya.

I’m okay but i’m not fine Part III

Berawal dari sakit kepala yang membawanya ke dokter untuk diperiksa, sekarang beragam hasil tes darah lab membuktikan bahwa dia positif Lupus SLE.

Dia shock, jelas, tapi tetap tenang dan luarbiasanya gak panik.

Dia bercerita bahwa tetangganya ada yang lupus juga, bahkan dia sempat jenguk disaat (waktu itu hanya beda 2 tahun usianya dengan dia) tetangganya itu lupa ingatan, membaca sudah sulit, masih bisa berbicara saja sudah syukur. Down banget kondisinya sebelum akhirnya meninggal.

Ibunya lebih shock, tapi masih kalem. Bapaknya, cuek aja dan suruh dia minum kangen water dibandingkan pergi ke dokter. hahaha keluarga yang lucu.

Lupus adalah penyakit seribu wajah, dia sadar akan hal itu. Rasa sakit yang ia alami belum tentu sama dengan yang lain. Ketika dia bergabung dengan Yayasan Lupus Indonesia di Facebook, kebanyakan mengalami nyeri sendi, bengkak-bengkak, sakit ginjal, dll. Sedangkan dia cuma anemia saja, tidak lebih.

Tetapi, kalau kondisi tubuhnya lelah, kecapean, strees, maka dia gak terlalu beda dengan odapus (sebutan penderita lupus) lainnya. Nyeri sendi juga hahaha.

Karena itulah, dia gak bisa banyak beraktivitas yang melelahkan. Walau kadang menyebalkan dengan keterbatasan kegiatannya itu, tapi itu semua untuk kebaikannya juga.

Dia seperti berjalan di atas lantai yang licin. Sekali waktu bisa terpeleset dan jatuh. Tidak seperti penyakit lain yang harus dilupakan biar gak kepikiran, dia harus selalu ingat kalau dia sakit, jadi inget untuk minum obat dan menjaga diri tetap senang.

Suatu saat dia bilang ke gw gini, “Lupus ini kan penyakit yang gak menular dan gak ditularkan, enggak juga dari keturunan, jadi aku ini manusia pilihan.” Lalu dia lanjutkan, “Lupus membuat aku tetap hidup senang, nyaman, santai. Enak banget kan punya penyakit yang kayak gini? hahaha”

Satu hal yang memang sedikit melegakan adalah dia gak kena kanker. Lupus ada kesempatan untuk remisi alias gak aktif penyakitnya dalam suatu periode waktu. Seperti penyakit lainnya saja yang sekarang sembuh, namun besoknya bisa sakit lagi. Bedanya, kalau Lupus bisa berubah-berubah serangan sakitnya, tergantung mood si monster.

Oh iya, rangkaian tes darah yang dia jalani adalah tes Ds DNA, Tes Ana, lalu Tes tepi darah dan Tes Ana Profile. Semuanya positif.

Tes Ds DNA hasilnya positif, namun ini bisa berarti false positif, akhirnya untuk memastikan dia ambil tes ANA. Tes ANA positif, namun beberapa minggu ke depannya dia seperti orang sehat lagi, padahal dia baru transfusi darah 2 bulan yang lalu. Dokternya ragu apakah dia SLE atau anemia akut saja. Jadi direkomendasikan untuk ambil tes tepi darah untuk melihat penampakan sel darahnya seperti apa.

Nah, di tes tepi darah ini, sel darahnya normal bentuk dan warnanya, namun sel darah putihnya banyak ditemuin limfosit atipik. Syukurnya gak ditemuin sel Blast, kalau ada sel Blast bisa diindikasikan leukimia. Beda tipis banget yaaa serem.

Begitulah cerita si Dia, semoga bisa diambil hikmahnya bagi yang lain, untuk selalu menjaga kesehatan dan gaya hidup kita. Gak ada yang pengen sakit, termasuk dia yang gaya hidupnya juga normal aja gak aneh.

Dengarkan tubuhmu, catet apa aja yang aneh biar dokter bisa diagnosa dengan maksimal.

I’m okay but i’m not fine Part II

Alhamdulillah dapet pendonor yang sama golongan darahnya, termasuk darah Ibunya sendiri. Darah diproses dulu di PMI baru bisa masuk ke RS untuk ditransfusi ke dia.

Waktu itu malam, hampir jam 10 malam, perawat konfirm kalau darah transfusi gak cocok dan harus dicuci biar bisa masuk ke tubuh dia. Dia cuma bisa komen “Wow”, hahaha gak ngerti sama apa yang terjadi. Lalu jam 12 malem perawat cek suhu tubuh dia yang gak kunjung turun, padahal kantong darah yang sudah dicuci cuma punya usia 4 jam (usianya lebih pendek lagi kalau udah dicuci, normalnya 6 jam), jadi harus segera ditransfusi.

Perawatnya bolak balik untuk kompres dan kasih paracetamol biar panasnya turun. Spreinya basah banget, kena keringet dan air kompresan, hahaha. tapi akhirnya 2 jam kemudian suhu tubuhnya normal dan darah bisa segera masuk.

Paginya udah keliatan hasil darah yang masuk, bibirnya langsung merah kayak pake lipstik, terus kelopak matanya juga. Dia pun yang tadinya lemes lemes, pusing, sakit kepala, langsung seger. Berasa narkoba banget deh transfusi itu bagi orang yang anemia. hahaha. Dan itu baru satu kantong loh, dia harus transfusi 2 kantong lagi untuk mencapai hb di angka 10.

p_20160630_021721_1
Dia lagi transfusi darah, ini jam 2 pagi hahhaha
20161017_105624
Nah, bibir atas sehari sebelum transfusi, bibir bawah setelah transfusi satu kantong. Warna kulit juga keliatan lebih hidup dan gak kayak mayat berjalan seperti sebelumnya wkwkkw

Siangnya udah dijadwalin untuk periksa perut, untuk lihat apakah ada pendarahan di saluran cerna atau ukuran limpa membesar dari normal sehingga menyebabkan kehilangan darah yang cukup ekstrem tsb. USG perutnya mirip kayak USG ibu hamil, tapi alatnya lebih sederhana, gak sedetail yang untuk lihat bayi. Cara pakainya juga sama, dikasih vaseline biar kulit perutnya gak iritasi ihihi.

p_20160630_111303_1_bf_p
Ini sesaat sebelum di USG, selama diperiksa mah, layar komputernya gak bisa dia lihat karena diputer ke arah dokternya. Padahal penasaran gimana penampakan daleman perut, hihihi

Setiap bagian perut di capture lalu langsung ke print fotonya, model-model kamera polaroid gitu. Sayang dia gak lihat hasil fotonya, bahkan pas Dokter spesialis penyakit dalamnya kontrol. Dokternya cuma bilang semuanya normal di perut dia dan gak ada pendarahan, jadi gak perlu dibedah.

Oh iya, hasil usg nya juga sejalan dengan tes ee dia yang gak ada darahnya. Ee nya warna hitam karena obat anemia yang dia minum, bukan karena pendarahan di pencernaan atas. Nah, dokternya makin bingung dong dia kenapa bisa anemia akut, padahal gak ada sumber pendarahan di dalam tubuhnya. Limpanya juga normal.

2 hari dirawat di RS, transfusi darah 3 kantong selesai. Oh iya, selama proses transfusi, selalu diselingi sama infus. Dia ngalamin yang namanya infus macet. Rasanya sakiiiiiiiiit banget, tangan tuh bengkak dan pengen dilepas aja deh. Sampai akhirnya pindah tangan (untuk yang diinfus) karena udah macet banget. Dia beruntung waktu itu karena ada perawat yang udah jago banget nusuk jarum untuk infus (FYI jarum yang dia pake ukurannya lebih besar dari jarum infus biasa karena dipake untuk transfusi darah juga).

Kenapa pake perawat spesialis tusuk jarum?

Dia pasien anemia kan, nah ternyata pasien anemia itu susah banget dilihat pembuluh darahnya, jadi perlu yang ahli biar gak salah tusuk.

Hari terakhir, infusnya makin cepet macet dan bikin sakit lagi, gak tahan pengen pulang aja, gak sekedar lepas infus hahaha. Dokter spesialisnya dateng dan kasih restu dia untuk membolehkannya pulang. Dokternya juga kasih diagnosis final, yaitu anemia akut atau lupus.

Jeng, Jeng, Jeng, Jeng….

Namun untuk memastikan dia lupus atau enggak, butuh tes darah lanjutan dan yang disarankan adalah tes Ds DNA. Untuk sementara dia udah bisa pulang dan istirahat yang cukup.

Dari awal dia sakit cuma pusing dan sakit kepala aja, lalu anemia akut, dan sekarang terancam lupus. wow.

Gak salah dia bilang ke gw untuk dengerin sinyal tubuh, karena bisa jadi itu bukan penyakit yang main-main….

I’m okay but i’m not fine Part I

Itu kata temen gw. dia bilang begitu sebelum dia cerita ke gw kenapanya.

kata dia, “dengarin tubuhmu, shin”

“hah?”

“Iya, tubuh kita selalu kasih sinyal kalau ada yang gak beres, dan ini sering kita remehin”

dan ini kisah dia.

Waktu itu bulan puasa dan dia suka sakit kepala. Gak cuma sakit kepala sebelah, semua bagian kepalanya sakit, sampe ke mata juga, sampe ke leher tegang juga. Dia pikir, ah, paling salah bantal doang. Tapi kalau memang cuma salah bantal, kenapa sakit kepalanya gak ilang juga selama sebulan?

Karena sakit kepalanya gak setiap waktu, cuma sesekali aja dalam sehari, dia gak minum obat, ke dokter apalagi, kagak. Dia tahan aja, sesekali diusap-usap atau refleksi nafas kalau sakit kepalanya kambuh. Tapi dia selalu cerita ke ibunya, apa yang dia rasakan. Maklum anak rantau, jadi rindu ke orangtua hanya berbalas telpon aja.

Khawatir, Ibunya nyuruh dia untuk pulang aja, sambil periksa ke dokter. Nah, ketika dia pulang, dia demam tinggi begitu sampe rumah. Dia bahkan ngigo pangil-panggil Ibunya karena gak tahan sama panas tubuhnya itu. Setelah dikompres, demam turun, baru ke dokter malamnya.

Dokter gak banyak periksa fisik dia, begitu masuk ruangan langsung divonis, “Kamu anemia akut”. Dia bengong dong, “Hah? Yang bener dok?”

Terus dokter cuma periksa lidah, kuku, kelopak mata dan tensi doang. Dan dikasih surat pengantar untuk tes darah di lab dan resep multivitamin. Kata penutup dokter gini, “Kamu sakit kepala karena asupan darah ke otak kamu kurang, makanya sakit.”

 

p_20160626_175239_1_bf_p_1
Ini Kelopak matanya, dia pikir ini normal, ternyata enggak. kelopak matanya pucat dan ini tanda vital anemia

Gw jadi tau ternyata sakit kepala itu bisa jadi gejala anemia dong wkwkkw, komentar gw selama dia cerita.

Lanjut.

Besoknya dia tes darah lengkap di lab swasta yang terkenal itu, dan setelah hasilnya keluar, ke dokter yang kemarin untuk baca hasilnya gimana.

Pas kontrol, dokternya baca hasil lab dan bilang kalau dia anemia karena hb nya rendah banget, di bawah angka normal (cewe harusnya 11-12, dia 6), mau gak mau harus transfusi kalau gak bisa makin drop. dan lucunya, dokternya gak mau dibayar dong, hahaha.

Dia bilang gini, “aku ke dokter karena keluhan sakit kepala dan sekarang harus transfusi darah, luar biasa kan? wkwkwk”

Ibunya yang agak shock, takut anaknya kenapa-napa karena penyakitnya belum ketauan. anemia akut bisa jadi gejala penyakit yang lebih parah, leukimia misalnya. Jadi setelah kontrol ke dokter yang kemarin (itu dokter umum), dia dirujuk ke dokter spesialis untuk konsul dengan hasil lab yang ada.

Di dokter spesialis penyakit dalam, dia cuma periksa fisik dan dianjurkan rawat inap sambil transfusi. Katanya dalam hati, “Wah, harus rawat inap, duit lagi”. Sama dokternya udah dikasih surat pengantar untuk masuk UGD kalau mau transfusi darah, cuma dia izin ke orangtuanya dulu (dia ke dokternya sendirian, wkwkwk padahal udah tau ya sakit).

Prosesnya terlalu cepat yang bikin orangtuanya mungkin masih agak terkejut kalau anaknya yang kelihatan baik-baik aja dan cuma sakit kepala ini harus segera transfusi darah dan rawat inap. Dijelasin sama dia kalau rawat inap itu sekalian observasi kenapa dia hb nya bisa serendah itu. apa karena ee nya berdarah, atau mens nya banyak darahnya, atau gimana.

Tanpa menunda lagi, akhirnya dia dibawa ke RS untuk transfusi darah.

Ternyata, transfusi darah gak semudah itu yang dibayangkan. Setelah dicek golongan darah dan rhesusnya apa, dilihat ke PMI apakah ada kantong darah yang dimaksud. Kebetulan kantong darah golongan dia habis, dan harus cari orang yang donor darah. Bapaknya yang panik, ini anaknya makin lama dirawat di RS kalau gak segera ditransfusi. duit lagi, wkwkwk.

Unfinished